Kunjungan Perpustakaan IPDN Pusat Jatinangor Ke Kampus Regional Sumatra Barat

Perpustakaan IPDN Jatinangor bersama kepala unit perpustakaan Jatinangor dan seorang Fendor IPDN dari Ebsco atas nama Dedi Haryadi. Kegiatan diselenggaran dalam rangka mensosialisasikan e-Book dan e-jurnal dari Ebsco  dan Turnitin. Dimana IPDN telah bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional. Trend perpustakaan zaman sekarang adalah menggunakaan digital dimana kita jarang melihat buku karena semua konten sudah menggunakan e-resources melalui e-book dan e-jurnal dari ebscohost telah digunakan oleh 15 university in the world. Sehingga IPDN sekarang mulai untuk mengikuti trend perpustakaan tersebut.

Ebsco adalah e-journal databases yang berpusat di Ipswich, USA, menyediakan informasi bagi para peneliti, pengajar dan mahasiswa dalam berbagai bidang ilmu. Untuk mengakses Ebsco kita harus logi terlebih dahulu karena Ebsco adalah website yang berbayar.

            Banyak sekali terjadinya plagiarism di Indonesia sehingga suatu karya ilmiah harus di cek kebenarannya. Plagiarism biasaya bisa di terima ketika plagiarismnya maksimal 30% tetapi kembali ke Universitas masing-masing. Turnitin adalah nama dari sebuah website yaitu turnitin.com yang menyediakan fasilitas untuk mendeteksi suatu tindakan plagiarism terhadap suatu karya ilmiah.

Mahasiswa tidak memiliki akun untyuk Turnitin tetapi ada akun khusus mahasiswa yang login melalui akun dosen agar dosen yang melakukan pengecekannya. Bagi praja yang menginginkan Login ke website Ebsco bisa hubungi tim Jurnalistik.

MALAM PUNCAK ULANG TAHUN PRAJA GAUTAMA

Praja Gautama merupakan nama dari Angkatan 29 Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang dikukuhkan secara resmi oleh Wakil Presiden Drs. H. Jusuf Kalla pada 2 november 2018. Satu tahun perjalanan mengisahkan banyak kenangan. Seiring perjalanan waktu, muda praja dengan dek kosongnya berubah menjadi praja yang memiliki satu bintang di pundaknya yang berarti bertambah satu tanggung jawab.

Dengan kenaikan pangkat tersebut tentu waktu yang ditempuh juga memberikan kami untuk mengenang masa itu.  2 november 2019 adalah ulang tahun pertama bagi satuan madya praja (Praja Gautama). Karena seluruh satuan madya praja berada di regional, tidak adanya satuan kami di kampus pusat jatinangor bukan berarti keakraban kami juga meluntur, atau lupa dengan Angkatan kami yang telah berusia satu tahun . Setiap region atau kampus daerah memiliki caranya sendiri untuk merayakan hari jadi kami, Praja Gautama.

UPACARA PERINGATAN SUMPAH PEMUDA

Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke-91 yang bertema Bersatu Kita Maju seluruh civitas academika IPDN Kampus Sumatra Barat melaksanakan upacara bendera di Lapangan Parade IPDN Kampus Sumatra Barat.

Pada kegiatan ini Plt. Direktur IPDN Kampus Sumatera Barat Drs. Bustamar MM. berkesempatan untuk menjadi inspektur upacara. Dalam amanatnya beliau berpesan kepada seluruh civitas academika terutama kepada seluruh praja agar dapat meneruskan semangat perjuangan pahlawan dan menjauhi radikalisme.

“Teruntuk para praja sekalian dapat kita ketahui bersama bahwa saat ini menteri dalam negeri kita ialah mantan jenderal polisi mungkin maksud presiden ialah agar kita PNS lebih tertib dalam menjalankan tugas dan bebas dari radikalisme” ujarnya saat memberi amanat

Upacara ini berlangsung dengan hikmat baik peserta maupun petugas dapat menjalankan upacara ini dengan baik. Gita Abdi Praja sebagai korsik, Pasukan Inti sebagai pengibar, serta Dari Biro Umum menjadi Petugas upacara.

TES NARKOBA SELURUH SATUAN MADYA PRAJA IPDN KAMPUS SUMBAR

Sebanyak 405 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sumatra Barat melaksanakan kegiatan Tes Urine yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Kab. Payakumbuh Provinsi Sumatra Barat pada hari Sabtu, 26 Oktober 2019. Kegiatan tes urine di IPDN telah dilaksanakan sejak tahun 2012 yang bertujuan  untuk mengetahui tingkat kesehatan praja. Sebagai kader pamong praja sudah semestinya praja memiliki kondisi fisik yang prima untuk melaksanakan tiap kegiatan yang dilaksanakan

“Narkoba merupakan istilah dari Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Awal dari seseorang menggunakan narkoba itu dimulai dari rasa penasaran hingga dikarenakan tekanan pekerjaan dan tingkat stres yang tinggi” Ujar Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Indra Yulita Sabtu (26/10).                                                         

Bahaya dari narkoba sendiri dapat merusak  otak dimana kondisi ini telah terjadi maka tidak dapat diperbaiki lagi.

Kegiatan pengecekan urine dilaksanakan di Kamar Sakit Asrama (KSA) IPDN Kampus Sumatra Barat. Para praja diberikan instruksi untuk mengisi tabung sampel yang telah disediakan oleh BNN Payakumbuh.

“Dalam kegiatan ini Praja diharap memberi kontribusi dengan cara membentuk penggiat anti narkoba untuk merangkul dan memberikan edukasi kepada teman-temannya agar tidak mendekati  bahkan menggunakan narkoba”

UJIAN TENGAH SEMESTER III MADYA PRAJA ANGKATAN XXIX TAHUN AJARAN 2019/2020 IPDN KAMPUS SUMATERA BARAT

Ujian Tengah Semester (UTS) merupakan salah satu kegiatan evaluasi hasil belajar mahasiswa atau yang dalam hal ini adalah praja sebagai peserta didik. Evaluasi ini adalah sebagai salah satu cara untuk menilai kemam­puan praja dalam menerima, memahami, dan menguasai bahan studi sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan setelah separuh proses pembelajaran berjalan. Dilaksanakan setiap pertengahan semester ganjil maupun genap. Melalui UTS pula diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kompetitif antar praja khususnya dalam bidang akademik.

Sesuai dengan kalender akademik, pekan ini seluruh Madya Praja Angkatan XXIX IPDN Kampus Sumatera Barat melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) Ganjil (III) Tahun Ajaran 2019/2020. Dimulai dari hari Senin, 21 Oktober 2019 sampai dengan Jumat, 25 Oktober 2019. Adapun pelaksanaan UTS tersebut menempati dua gedung dan beberapa kelas.

Madya Praja Program Studi Keuangan Publik melaksanakan UTS bertempat di Gedung Dharma Satya (Auditorium) yang dipetakan menjadi dua belas kelas ujian. Sedangkan Gedung Abdi Praja (gedung perkuliahan) merupakan lokasi pelaksanaan UTS bagi Madya Praja Program Studi Teknologi Rekayasa Ilmu Pemerintahan (TRIP) yang juga terbagi atas dua belas kelas ujian. Pengelompokkan dan pemisahan ini dilakukan untuk memudahkan pengawasan dan mekanisme pelaksanaan ujian. Pemilihan Gedung Abdi Praja untuk program studi TRIP didasari oleh ketersediaan wifi yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan ujian Mata Kuliah Algoritma.

Pada hari pertama pelaksanaan UTS, secara umum ujian berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Praja memasuki ruangan ujian dan menempati bangku masing-masing dengan tertib. Seluruh perlengkapan yang tidak dibutuhkan dalam pelaksanaan ujian diletakkan dengan rapi di depan, di samping pengawas masing-masing. Dilanjutkan dengan menyiapkan kelas oleh salah seorang praja dan berdo’a sebelum ujian. Kemudian perwakilan praja membacakan tata tertib ujian (dilakukan hanya di hari pertama). Usai memahami seluruh isi tata tertib maka pengawas mulai membagikan lembar soal dan lembar jawaban. Praja kemudian mulai melaksanakan ujian dengan khidmat dan tertib. Sesi pertama ujian berakhir pada pukul 10.00 WIB. Setelah jeda istirahat 15 menit, dilanjutkan dengan sesi ke dua pada pukul 10.15 WIB dan berakhir pada pukul 12.15 WIB. Sesi ke dua juga berjalan dengan baik dan lancar.

KUNJUNGAN PURNA PASKIBRAKA KABUPATEN LAHAT TAHUN 2019 KE IPDN KAMPUS SUMATERA BARAT DALAM RANGKA KEGIATAN WAWASAN KEBANGSAAN NUSANTARA

Suhady dan Sinaga (2006) memberikan pemahaman bahwa wawasan kebangsaan merupakan sudut pandang atau cara memandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang untuk memahami keberadaan jati diri sebagai suatu bangsa dalam memandang dirinya dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Wawasan Kebangsaan juga dapat dipahami sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kesatuan atau integrasi nasional bersifat kultural dan tidak hanya bernuansa struktural mengandung satu kesatuan ideologi, kesatuan politik, kesatuan sosial budaya, kesatuan ekonomi, dan kesatuan pertahanan dan keamanan. Dengan mempelajari Wawasan Kebangsaan maka kita akan dapat memahami cara bangsa mendayagunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional. Wawasan kebangsaan mengandung komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan peningkatan kualitas kehidupan bangsa dan menghendaki pengetahuan yang memadai tentang tantangan masa kini dan masa mendatang serta berbagai potensi bangsa.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dapat dikatakan sebagai miniaturnya Indonesia. IPDN merupakan suatu refleksi dari keberagaman Indonesia yang mencerminkan kehadiran berbagai suku, ras, etnis, adat istiadat, bahasa, budaya dan sebagainya. Meski beragam namun tetap mengutamakan kesatuan dan integrasi demi tercapainya kepentingan nasional dan terwujudnya tujuan dari negara Indonesia. Adalah IPDN Kampus Sumatera Barat yang merupakan satu-satunya regional IPDN di Pulau Sumatera yang menyatukan keberagaman tersebut. Meskipun berada di wilayah barat Indonesia namun para peserta didiknya banyak yang berasal dari Indonesia wilayah tengah maupun Indonesia bagian timur yang tentu saja memiliki banyak perbedaan. Meski demikian penerapan wawasan kebangsaan sudah terealisasikan dengan baik di kampus ini. Tanpa menjadikan perbedaan sebagai penghalang justru keberagaman ini membuat IPDN semakin kuat dan solid. Dengan pertimbangan hal tersebutlah Tim Purna PASKIBRAKA tahun 2019 dari Kabupaten Lahat memutuskan untuk melakukan kunjungan ke ke IPDN Kampus Sumatera Barat pada hari Selasa, tanggal 15 Oktober 2019 dalam rangka Kegiatan Wawasan Kebangsaan Nusantara. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman demi meningkatkan Wawasan Kebangsaan Nusantara serta mengenalkan “ke-Indonesia-an” IPDN kepada Purna PASKIBRAKA. Rombongan ini berjumlah enam puluh orang yang terdiri dari Kepala DISPORA Kabupaten Lahat beserta jajaran, Pelatih Purna PASKIBRAKA yang terdiri dari TNI dan Polisi, serta empat puluh orang Purna PASKIBRAKA yang merupakan siswa kelas XI SMA se-Kabupaten Lahat.

Selain untuk melihat implementasi wawasan kebangsaan nusantara, kunjungan yang difasilitasi oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga (DISPORA) Kabupaten Lahat ini juga dilatarbelakangi karena tingginya minat rata-rata para siswa SMA di Kabupaten Lahat untuk melanjutkan pendidikan di IPDN. Hal tersebut karena IPDN dinilai lebih punya prospek yang terjamin yaitu menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Apalagi formasi untuk bergabung menjadi peserta didik di IPDN juga cukup besar yaitu sekitar 1500 bahkan lebih. Rombongan juga bermaksud mencari informasi yang banyak tentang IPDN dan memotivasi Purna PASKIBRAKA yang berminat melanjutkan pendidikannya ke IPDN untuk semakin membulatkan tekad. Rombongan disambut dengan senang hati oleh Drs. Bustamar, MM selaku Plt. Direktur IPDN Kampus Sumatera Barat beserta jajaran pada pukul 14.00 WIB di Ruangan Krida Utama Gedung Nagara Bhakti. Kegiatan diawali dengan pemberian kata sambutan oleh Plt. Direktur IPDN dan dilanjutkan dengan pemaparan lebih lengkap tentang IPDN (termasuk mekanisme rekruitmen) oleh Wakil Direktur Bidang Keprajaan, Drs. Rotzami, M.Si. Selanjutnya dibuka sesi diskusi interaktif antara Purna PASKIBRAKA dengan Pimpinan IPDN, Fungsionaris Madya Praja dan Praja asal pendaftaran Sumatera Selatan. Pada proses diskusi interaktif, terlihat jelas animo Purna PASKIBRAKA terhadap IPDN. Pertanyaan mayoritas yang mereka ajukan adalah seputar Tata cara masuk IPDN, proses seleksi dan apa kelebihan yang akan mereka peroleh jika mengenyam pendidikan di IPDN.

Setelah diskusi, acara di ruangan Krida Utama ditutup oleh Plt. Direktur. Kegiatan dilanjutkan dengan sholat ashar berjama’ah di Masjid Nurul Ikhlas IPDN Kampus Sumatera Barat. Rombongan diajak untuk menyaksikan kegiatan pemanasan yang dilakukan oleh Praja sebelum lari sore di Lapangan Parade. Kemudian rombongan bergabung untuk berfoto bersama, saling unjuk yel-yel masing-masing dan terakhir berkeliling ke Gedung Perkuliahan, Auditorium serta Sekretariat. Pada pukul 17.30 WIB kunjungan dan kegiatan berakhir.

KEGIATAN RUTIN KEROHANIAN PRAJA KRISTEN PROTESTAN IPDN KAMPUS SUMATERA BARAT

Hari Minggu bertepatan pada tanggal 22 September 2019, sebanyak 64 orang Madya Praja IPDN Kampus Sumatera Barat menuju Kota Bukittinggi untuk mengikuti Kegiatan Ibadah Hari Minggu. Adapun ibadah ini dilaksanakan di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang beralamat di Jalan Moh. Syafei Nomor 12, Tarok Dipo, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Praja mempersembahkan lagu Pujian sekaligus perkenalan kepada Jemaat HKBP dan dipimpin oleh Pendeta Ebenezer Nababan, S.Th. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.30 sampai dengan pukul 10.00 WIB dan. Ke depannya, kegiatan ibadah ini akan dirutinkan setiap hari minggu di gereja tersebut. 

Sedangkan untuk kegiatan rutin Kerohanian Protestan di IPDN Kampus Sumatera Barat dilangsung setiap pagi dan sore pada hari Senin sampai dengan Jum’at. Ibadah pagi dilaksanakan pada pukul 05.00 WIB bertempat di ruang kelas besar dan ibadah sore dilakukan di lantai dua Menza pada pukul 18.00 WIB. Kegiatan kerohanian ini akan selalu di bimbing oleh Pamong Pengasuh Toni  Kristian Nainggolan, S.STP dan mempersilahkan para praja untuk secara bergiliran memimpin ibadah. Baik praja putra maupun putri.

Hal ini tentu saja akan mendorong Praja Kristen Protestan untuk selalu mendalami ilmu agamanya dan melatih kemampuan berbicaranya di depan banyak orang. Dengan demikian lulusan IPDN tidak hanya unggul dalam Ilmu Pemerintahannya namun juga ilmu agamanya. Bhineka Nara Eka Bhakti!***    

UPACARA MAKAN SIANG BERSAMA KEPALA BIRO ADMINISTRASI KEPRAJAAN DAN ALUMNI DI GEDUNG NUSANTARA MENZA IPDN KAMPUS SUMATERA BARAT

Upacara makan siang kali ini lebih istimewa dibandingkan hari biasa. Pasalnya, IPDN Kampus Sumatera Barat menyambut kedatangan Kepala Biro (Karo) Administrasi Keprajaan dan Alumni dari IPDN Jatinangor. Adalah Bapak Dr. Andi Ony P, M.Si beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja ke IPDN Kampus Sumatera Barat dan dengan senang hati meluangkan waktu untuk dapat melaksanakan makan siang bersama dengan Madya Praja Angkatan XXIX di Gedung Nusantara Menza.  Setelah pelaksanaan upacara makan siang yang berlangsung khidmat dan tertib, Bapak Dr. Andi menyampaikan arahan di hadapan para praja. Adapun isi dari arahan tersebut adalah tiga point penting sebagai dasar dari revolusi mental.  Yaitu integritas, kerja keras dan gotong royong.  Integritas meliputi disiplin, dedikasi tinggi, kejujuran, dan loyalitas.  Sedangkan kerja keras adalah dimana para praja diharapkan memiliki daya saing yang tinggi baik saat menjadi praja maupun setelah lulus menjadi seorang pamong praja. Dan yang terakhir adalah gotong royong yang meliputi kerjasama dan jiwa korsa yang tinggi serta saling membantu sesama praja dalam menjalani siklus kehidupan praja setiap harinya. Hal tersebut bertujuan agar terjalinnya hubungan yang harmonis dan terciptanya suasana kampus yang aman lagi kondusif.

Kegiatan Kerohanian Islam IPDN Kampus Sumatera Barat

Setiap hari Senin, dimana Praja IPDN melaksanakan kegiatan rutin Kerohanian Islam yaitu Hafalan Al-Qur’an. Meskipun kegiatan ini baru dimulai seminggu yang lalu, para Praja sudah sangat antusisas dalam kegiatan ini. Surat pertama yang harus Praja muslim hafalkan adalah Surat Al-Mulk. Di waktu senggang kami selalu menghafal Surat Al-Mulk baik di wisma maupun dimana saja agar lebih siap pada saat tes. Karena apabila kami lebih cepat selesai dan hafal kami akan mendapatkan nilai tambah.

Selain itu kegiatan ibadah “Showaliwa” atau sholat wajib lima waktu juga dilakukan setiap harinya di masjid. Hal tersebut sudah bukan menjadi tuntutan, namun kebutuhan untuk kami meskipun harus berjalan ke masjid dibanding sholat di asrama. Kami melakukan sholat lima waktu kecuali pada saat pesiar. Yang kami lakukan setelah sholat ashar, ialah melakukan tadaruz yang dipimpin oleh salah satu orang praja. Lalu setelah sholat isya’ terkadang ada seorang praja membawakan kultum atau siraman rohani dengan durasi selama 7 menit. Materi kultumnya pun berbeda-beda karena setiap hari praja yang membawakan berbeda. Mereka urut bergantian dari wisma ke wisma. Seringkali dilakukan pengecekan untuk memastikan bahwa praja sholat di masjid.

Ada juga kegiatan unik yang dilakukan praja pada saat menjelang waktu berbuka puasa bagi yang melaksanakan puasa sunnah di hari senin ataupun kamis, yaitu menyiapkan takjil buka puasa untuk praja yang melaksanakan puasa sunnah. Pada saat adzan berkumandang mereka berjajar dan menikmati takjil tersebut bersama-sama. Kegiatan ini kebersamaan praja dan silaturahmi dapat terjaga.

Dengan semua kegiatan tersebut praja dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan terhindar dari kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat. Dan juga presepsi orang-orang mengenai praja yang dikenal sebagai pribadi yang keras, berubah menjadi praja yang lebih lembut hatinya dan beriman karena ibadahnya. (MwP. A. Brilliant L.I)

TIKRAR BELAJAR HAFAL ALQUR’AN TANPA MENGHAFAL

Pola pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) adalah menganut Tritunggal Terpusat yang terdiri dari Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan atau yang akrab disebut JarLatSuh. Namun point penting yang tidak boleh kita abaikan yaitu pendalaman ilmu agama. Sebab seperti yang dikatakan Albert Einsten, ilmu tanpa agama buta sedangkan agama tanpa ilmu, lumpuh. Menyadari hal tersebut maka IPDN Kampus Sumatera Barat berupaya agar seluruh peserta didiknya mendapatkan kesempatan yang besar untuk mendalami agamanya masing-masing. Bagi praja muslim, selain rutin melaksanakan kerohanian islam berupa kegiatan kajian islam, pihak kampus bekerja sama dengan Bismika Center untuk mendorong prajanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Sebab seperti yang kita ketahui bahwa apabila keliru dalam melafadzkan ayat Al-Qur’an bisa mengakibatkan makna yang berbeda. Setelah melewati tahap perbaikan lafadz Al-qur’an kemudian lanjut kepada tahap untuk menghafal ayat demi ayat Al-Qur’an.

Meskipun dikatakan menghafal, namun Bismika Center dibawah pimpinan Ustadz Ari Jauharuddin, SHI, S.Sos menperkenalkan metode Tikrar yaitu menghafal Al-Qur’an tanpa menghafal. Jadi tidak sekedar menghafal biasa yang kemunginan besar akan mengakibatkan peserta tikrar cepat lupa atas apa yang sudah dihafalkan. Kunci dari metode ini adalah pengulangan yang merupakan kunci kesuksesan hafalan, semakin sering diucapkan maka akan semakin kuat kita mengingatnya. Berdasarkan hasil penelitian modern, fakta bahwa pengulangan/repetisi sangat membantu menguatkan hafalan. Begitu pula riwayat dari Imam Al Bukhari, salah seorang perawi hadist yang sangat terkenal akan kekuatan hafalannya menyatakan bahwa, “Saya tidak menemukan cara menghafal yang lebih efektif selain dengan cara terus menerus melihat tulisan dan mengulang-ngulang perkataan, karena itulah sejatinya hafalan”.

Kegiatan Tikrar ini dilakukan secara rutin setiap Senin sore dari pukul 15.30 sampai dengan 17.30 dan Jum’at Malam dari bada’ Magrib sampai dengan masuknya waktu Isya. Praja Muslim sebanyak 316 orang putra putri diwajibkan mengikuti kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Target yang diharapkan tidaklah terlalu tinggi untuk hafal 30 Juz, minimal setelah satu tahun di IPDN Kampus Sumatera Barat setidaknya hafal juz 30 dengan lafal yang sudah baik dan benar. Meski demikian, sudah ada salah seorang praja yaitu Madya Praja Muhammad Amin dari Kontingen Gorontalo yang sudah hafal 13 Juz. Semoga dapat menularkan prestasinya kepada rekan-rekannya yang lain. Semangat!