UPACARA MAKAN SIANG BERSAMA KEPALA BIRO ADMINISTRASI KEPRAJAAN DAN ALUMNI DI GEDUNG NUSANTARA MENZA IPDN KAMPUS SUMATERA BARAT

Upacara makan siang kali ini lebih istimewa dibandingkan hari biasa. Pasalnya, IPDN Kampus Sumatera Barat menyambut kedatangan Kepala Biro (Karo) Administrasi Keprajaan dan Alumni dari IPDN Jatinangor. Adalah Bapak Dr. Andi Ony P, M.Si beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja ke IPDN Kampus Sumatera Barat dan dengan senang hati meluangkan waktu untuk dapat melaksanakan makan siang bersama dengan Madya Praja Angkatan XXIX di Gedung Nusantara Menza.  Setelah pelaksanaan upacara makan siang yang berlangsung khidmat dan tertib, Bapak Dr. Andi menyampaikan arahan di hadapan para praja. Adapun isi dari arahan tersebut adalah tiga point penting sebagai dasar dari revolusi mental.  Yaitu integritas, kerja keras dan gotong royong.  Integritas meliputi disiplin, dedikasi tinggi, kejujuran, dan loyalitas.  Sedangkan kerja keras adalah dimana para praja diharapkan memiliki daya saing yang tinggi baik saat menjadi praja maupun setelah lulus menjadi seorang pamong praja. Dan yang terakhir adalah gotong royong yang meliputi kerjasama dan jiwa korsa yang tinggi serta saling membantu sesama praja dalam menjalani siklus kehidupan praja setiap harinya. Hal tersebut bertujuan agar terjalinnya hubungan yang harmonis dan terciptanya suasana kampus yang aman lagi kondusif.

Kegiatan Kerohanian Islam IPDN Kampus Sumatera Barat

Setiap hari Senin, dimana Praja IPDN melaksanakan kegiatan rutin Kerohanian Islam yaitu Hafalan Al-Qur’an. Meskipun kegiatan ini baru dimulai seminggu yang lalu, para Praja sudah sangat antusisas dalam kegiatan ini. Surat pertama yang harus Praja muslim hafalkan adalah Surat Al-Mulk. Di waktu senggang kami selalu menghafal Surat Al-Mulk baik di wisma maupun dimana saja agar lebih siap pada saat tes. Karena apabila kami lebih cepat selesai dan hafal kami akan mendapatkan nilai tambah.

Selain itu kegiatan ibadah “Showaliwa” atau sholat wajib lima waktu juga dilakukan setiap harinya di masjid. Hal tersebut sudah bukan menjadi tuntutan, namun kebutuhan untuk kami meskipun harus berjalan ke masjid dibanding sholat di asrama. Kami melakukan sholat lima waktu kecuali pada saat pesiar. Yang kami lakukan setelah sholat ashar, ialah melakukan tadaruz yang dipimpin oleh salah satu orang praja. Lalu setelah sholat isya’ terkadang ada seorang praja membawakan kultum atau siraman rohani dengan durasi selama 7 menit. Materi kultumnya pun berbeda-beda karena setiap hari praja yang membawakan berbeda. Mereka urut bergantian dari wisma ke wisma. Seringkali dilakukan pengecekan untuk memastikan bahwa praja sholat di masjid.

Ada juga kegiatan unik yang dilakukan praja pada saat menjelang waktu berbuka puasa bagi yang melaksanakan puasa sunnah di hari senin ataupun kamis, yaitu menyiapkan takjil buka puasa untuk praja yang melaksanakan puasa sunnah. Pada saat adzan berkumandang mereka berjajar dan menikmati takjil tersebut bersama-sama. Kegiatan ini kebersamaan praja dan silaturahmi dapat terjaga.

Dengan semua kegiatan tersebut praja dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan terhindar dari kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat. Dan juga presepsi orang-orang mengenai praja yang dikenal sebagai pribadi yang keras, berubah menjadi praja yang lebih lembut hatinya dan beriman karena ibadahnya. (MwP. A. Brilliant L.I)

TIKRAR BELAJAR HAFAL ALQUR’AN TANPA MENGHAFAL

Pola pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) adalah menganut Tritunggal Terpusat yang terdiri dari Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan atau yang akrab disebut JarLatSuh. Namun point penting yang tidak boleh kita abaikan yaitu pendalaman ilmu agama. Sebab seperti yang dikatakan Albert Einsten, ilmu tanpa agama buta sedangkan agama tanpa ilmu, lumpuh. Menyadari hal tersebut maka IPDN Kampus Sumatera Barat berupaya agar seluruh peserta didiknya mendapatkan kesempatan yang besar untuk mendalami agamanya masing-masing. Bagi praja muslim, selain rutin melaksanakan kerohanian islam berupa kegiatan kajian islam, pihak kampus bekerja sama dengan Bismika Center untuk mendorong prajanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Sebab seperti yang kita ketahui bahwa apabila keliru dalam melafadzkan ayat Al-Qur’an bisa mengakibatkan makna yang berbeda. Setelah melewati tahap perbaikan lafadz Al-qur’an kemudian lanjut kepada tahap untuk menghafal ayat demi ayat Al-Qur’an.

Meskipun dikatakan menghafal, namun Bismika Center dibawah pimpinan Ustadz Ari Jauharuddin, SHI, S.Sos menperkenalkan metode Tikrar yaitu menghafal Al-Qur’an tanpa menghafal. Jadi tidak sekedar menghafal biasa yang kemunginan besar akan mengakibatkan peserta tikrar cepat lupa atas apa yang sudah dihafalkan. Kunci dari metode ini adalah pengulangan yang merupakan kunci kesuksesan hafalan, semakin sering diucapkan maka akan semakin kuat kita mengingatnya. Berdasarkan hasil penelitian modern, fakta bahwa pengulangan/repetisi sangat membantu menguatkan hafalan. Begitu pula riwayat dari Imam Al Bukhari, salah seorang perawi hadist yang sangat terkenal akan kekuatan hafalannya menyatakan bahwa, “Saya tidak menemukan cara menghafal yang lebih efektif selain dengan cara terus menerus melihat tulisan dan mengulang-ngulang perkataan, karena itulah sejatinya hafalan”.

Kegiatan Tikrar ini dilakukan secara rutin setiap Senin sore dari pukul 15.30 sampai dengan 17.30 dan Jum’at Malam dari bada’ Magrib sampai dengan masuknya waktu Isya. Praja Muslim sebanyak 316 orang putra putri diwajibkan mengikuti kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Target yang diharapkan tidaklah terlalu tinggi untuk hafal 30 Juz, minimal setelah satu tahun di IPDN Kampus Sumatera Barat setidaknya hafal juz 30 dengan lafal yang sudah baik dan benar. Meski demikian, sudah ada salah seorang praja yaitu Madya Praja Muhammad Amin dari Kontingen Gorontalo yang sudah hafal 13 Juz. Semoga dapat menularkan prestasinya kepada rekan-rekannya yang lain. Semangat!

PEMERIKSAAN KESEHATAN GONORRHEA MADYA PRAJA ANGKATAN XXIX TAHUN 2019

Kegiatan pemeriksaan laras atau gonorrhea dapat dipahami sebagai pemeriksaan kesehatan pada daerah genitilia praja putra. Unit Poliklinik secara rutin menyelenggarakan tes ini pasca cuti Praja sebagai bentuk preventif atau pencegahan terhadap penyakit-penyakit menular seksual. Adapun waktu pelaksanaanya pada pukul 05.30 WIB yaitu setelah praja putra melaksanakan Shalat Shubuh di masjid dan bertempat di Kamar Sakit Asrama (KSA) IPDN Kampus Sumatera Barat. Pemilihan waktu ini demi memudahkan mobilisasi praja dan agar tidak menganggu jadwal perkuliahan. Jumlah praja putra yang diwajibkan melaksanakan pemeriksaan ini adalah sebanyak 274 orang.

Pelaksanaan diawali dengan mengumpulkan praja putra berdasarkan asramanya, yaitu dimulai dari Wisma 1 dan tetap dibawah pengawasan Pamong Pengasuh. Sebelum masuk ke ruang pemeriksaan, Praja terlebih dahulu mengisi presensi kehadiran. Setelah diperiksa, apabila terdapat Praja yang teridentifikasi dengan permasalahan kesehatan genitilia maka akan dilakukan pemeriksaan ulang. Sedangkan Praja yang diduga mengidap beberapa penyakit akan dikaji secara anamnesis dan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Setelah itu akan disimpulkan dan diberikan  rekomendasi yang dilanjutkan kepada dr Sp. Kulit kelamin dan dr Sp. B. Urologi.

SERTIFIKASI PENGADAAN BARANG/JASA TINGKAT DASAR DI INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (disingkat LKPP) adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada PresidenRepublik Indonesia. LKPP dibentuk melalui Peraturan PresidenRepublik Indonesia Nomor 106 Tahun 2007 tentang Lembaga Kebijakan Pengembangan Barang/Jasa Pemerintah. Kepala LKPP pertama pertama kali dijabat oleh Dr. Ir. Roestam Sjarief, MNRM, digantikan oleh Ir. Agus Rahardjo, M.S.M. pada tahun 2010 (sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Utama LKPP) kemudian digantikan oleh Dr. Ir. Agus Prabowo, M.Eng pada tahun 2015 yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia/Kepegawaian LKPP.

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP) tumbuh dari cikal bakalnya, Pusat Pengembangan Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Publik (PPKPBJ) yang dibentuk pada tahun 2005. Sebagai unit kerja Eselon II di Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, PPKPBJ memiliki tugas Penyusunan kebijakan dan regulasi pengadaan barang/jasa pemerintah, memberikan bimbingan teknis dan advokasi terkait pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah, dan memfasilitasi penyelenggaraan ujian sertifikasi ahli pengadaan barang/jasa pemerintah.

Seiring reformasi yang bergulir di Indonesia, muncul harapan agar pengadaan barang/jasa pemerintah yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN/APBD) dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien, mengutamakan penerapan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat, transparan, terbuka, dan berlaku adil bagi semua pihak. Selain lingkup dan cakupan pengadaan barang/jasa pemerintah yang luas, bersifat lintas institusi dan lintas sektor, juga berdampak langsung bagi pengembangan usaha kecil, peningkatan produksi dalam negeri, dan pengembangan iklim dan dunia usaha pada umumnya.

Bertolak dari latar belakang seperti demikian, dirasakan perlu keberadaan lembaga tersendiri yang memiliki kewenangan merumuskan perencanaan dan pengembangan strategi, penentuan kebijakan serta aturan perundangan pengadaan barang/jasa pemerintah yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan lingkungan internal maupun eksternal secara berkelanjutan, terpadu, terarah, dan terkoordinasi.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai lembaga pencetak kader pemimpin yang akan berkarier baik di pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota sudah selayaknya mesti mengantongi sertifikat pengadaan barang/jasa untuk kelangsungan karier mereka di daerah nantinya. IPDN Kampus Sumatera Barat dibawah kepemimpinan Plt. Direktur “Drs.Bustamar, MM” berinisiatif untuk melaksanakan pelatihan Pengadaan Barang / Jasa (PBJ) tingkat dasar bagi peserta didiknya yaitu pada satuan Nindya Praja dengan harapan bahwa agar ketika lulus mereka sudah mengantongi sertifikat yang akan menunjang kinerjanya di dunia kerja. Maka dari itu, IPDN Kampus Sumbar melaksanakan pelatihan tingkat dasar pengadaan barang / jasa pada tanggal 08 – 16 Agustus 2019 bertempat di Ruang Krida Utama lantai II. Jumlah peserta sebanyak 31 orang yang terdiri dari 26 satuan Nindya Praja dan 5 orang PNS di lingkungan IPDN Kampus Sumatera Barat.  Adapun materi yang diajarkan dalam pelatihan tersebut bersifat e-learning yaitu belajar mandiri secara online dan masuk pada portal ppsdm.lkpp.go.id dimana para peserta sudah log-in sebagai peserta pelatihan. Lama pelatihan 9 hari kerja yaitu selama 7 hari kerja (e-learning)  dan tatap muka 2 hari kerja. Selain itu, peserta pelatihan juga mengikuti pre-test dan post-test dan mendapatkan nilai diatas rata-rata. Selanjutnya, dari pihak IPDN Kampus Sumbar sendiri mengeluarkan sertifikat tanda selesai mengikuti pelatihan PBJ Tingkat Dasar yang ditanda tangani oleh Plt.Direktur IPDN Kampus Sumbar.

Selang beberapa minggu pihak kampus bermaksud untuk melanjutkan dengan melakukan Ujian Sertifikasi PBJ Tingkat dasar bagi para peserta yang sudah mengikuti pelatihan PBJ tingkat dasar sebelumnya. Sayangnya pada kesempatan ini hanya 22 orang saja yang bisa mengikuti pelaksanaan ujian sertifikasi dikarenakan waktu pendaftaran ulang secara online di portal lkpp sangat singkat dan kendala jaringan di IPDN Kampus jatinangor. Pada akhirnya hanya 18 orang jumlah praja utama yang berhasil terdaftar untuk mengikuti Ujian Sertifikasi PBJ Tingkat Dasar ditambah dengan 4 orang PNS yang berada di lingkungan IPDN Kampus Sumbar.

Pada tanggal 20 September dilaksanakanlah Ujian Sertifikasi PBJ Tingkat Dasar di ruangan Lab. Komputer IPDN Kampus Jatinangor. Ujian dilaksanakan dari pukul 09.000 WIB s.d 11.00 WIB. Pelaksanaan ujian diawasi langsung dari pengawas LKPP pusat. Alhamdulillah, ujian sertifikasi berjalan dengan baik dan lancar. Selamat!

PELATIHAN JURNALISTIK BAGI SATUAN MADYA PRAJA

Tidak Pesiar? Tidak masalah! Mengapa? Meskipun tidak ada jadwal kuliah dan seharusnya melaksanakan pesiar, Satuan Madya Praja Angkatan XXIX tetap semangat untuk mengikuti Kegiatan Pelatihan Jurnalistik di Ruang Krida Utama Lantai II Gedung Nagari Bhakti. Pelatihan ini dilaksanakan pada Hari Sabtu bertepatan pada tanggal 28 September 2019. Adapun tujuan kegiatan tersebut adalah dalam rangka mendukung pengembangan keterampilan praja untuk aktif sebagai jurnalis kampus. Terutama bagi praja yang tergabung sebagai anggota Unit Kegiatan Praja Majalah Abdi Praja IPDN Kampus Sumatera Barat, dibekali dan dilatih agar kemudian menerbitkan Majalah Kampus “BAKABA” (Buletin Among Kampus Baso). Majalah ini akan dipandu langsung oleh Bapak Rismal Hadi, S.STP, M.Si. Target Launching Perdana Majalah Bakaba Tahun Ajaran 2019-2020 adalah Akhir November 2019. Kita tunggu!

CUKUP MINUM AIR PUTIH DEMI KONSENTRASI BELAJAR PRAJA

Mengutip khasiat air putih seperti yang dijelaskan pada laman Hello Sehat bahwa air merupakan komponen yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Bahkan saking pentingnya, sekitar 45-75% dari total berat badan seseorang adalah air. Air membantu membawa nutrisi makanan ke seluruh tubuh, merawat setiap sel-sel tubuh, melumasi persendian, mengatur suhu tubuh, hingga menjaga fungsi jantung bekerja dengan baik.

Banyak penelitian yang menyebutkan dehidrasi dapat menurunkan tingkat konsentrasi dan kewaspadaan seseorang akan kondisi sekitarnya, termasuk saat belajar. Semakin jarang minum, semakin sedikit cadangan cairan tubuh yang dapat membantu melarutkan kandungan garam dalam darah. Artinya, darah akan mengandung banyak garam. Tingginya kandungan garam ini membuat darah menjadi semakin kental. Akibatnya, volume darah secara keseluruhan akan berkurang. Hal ini membuat jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah segar yang lebih banyak lagi untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi ke otak.

Otak yang kekurangan asupan darah beroksigen tidak dapat berfungsi baik, sehingga menyebabkan sulit berpikir jernih, sulit mengingat, sulit berhitung, dan sulit fokus. Dehidrasi juga dapat membuat sakit kepala, sangat mengantuk, linglung, dan memiliki respon refleks lambat sehingga sulit untuk sigap mengambil keputusan penting di saat darurat. Tak hanya itu, kurang minum air putih ternyata juga dapat memengaruhi mood saat beraktifitas terutama dalam proses belajar di kelas. Mereka yang cukup minum air putih bisa belajar dengan lebih tenang dan dapat berkonsentrasi dengan lebih baik.

Gambar 1. Praja secara Tertib Antri untuk Mengisi Air dari Dispenser pada Wadah Minum Masing-masing.

Hal tersebut tentu saja menjadi perhatian penting bagi IPDN Kampus Sumatera Barat. Talk Less Do More, lembaga menyediakan Air Minum bagi para prajanya bahkan sejak tahun 2015 silam. Di Ruang Perkuliahan bertempat di gedung Abdi Praja disediakan dispenser di beberapa titik berikut dengan galon yang selalu di pantau agar selalu terisi. Tidak hanya itu, lembaga juga menyediakan gelas agar praja dapat langsung mengisinya dengan air dan segera mengobati rasa hausnya.  So, tidak ada alasan mengantuk dan sulit berkonsentasi ya. Selamat Belajar!  ***

TETAP SEHAT MESKI DISELIMUTI ASAP

Praja IPDN Kampus Sumatera Barat berjumlah enam puluh orang ikut berpartisipasi pada peringatan Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (HUT PMI) ke-74 se-Provinsi Sumatera Barat, Minggu, tanggal 21 September di Kota Bukittinggi. Meskipun Baso-Bukittinggi tetap diselimuti asap, tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kegiatan ini. Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB yang mana dilepas langsung oleh Bapak Drs. H. Aristo Munandar selaku Ketua PMI Sumatera Barat. Tergambar antusias beliau saat menerima langsung kedatangan praja IPDN. Mantan Bupati Agam tersebut menyatakan kebahagiaan dan kebanggaannya atas partisipasi praja IPDN pada hajat PMI ini. Kegiatan berupa jalan sehat yang dimulai dari Lapangan Kantin Bukittinggi menuju Panorama kemudian Jam gadang dan kembali ke Lapangan Kantin.

Tidak lupa, sebagai senior dan sebagai pamong yang sudah kaya akan pengalaman di pemerintahan, Pak Aristo memberikan pesan serta nasehat kepada para praja untuk dapat mengikuti pendidikan dengan baik agar dapat mempersiapakan diri demi berbakti kepada negeri.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize di panggung lapang kantin, namun sayang beribu sayang tidak ada satupun praja yang beruntung maju ke depan untuk mengambil bingkisan. Mohon maaf praja belum beruntung, jangan bersedih ya!

Sosialisasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Workshop Prodi bagi dosen IPDN Kampus Sumbar, Tanggal 11-12 September 2019 di Ruang Krida Utama Gedung Nagara Bhakti

Hari pertama penyelenggaraan kegiatan, Rabu, Tanggal 11 September 2019, diawali pelaksanaan Apel Civitas Akademika IPDN Kampus Sumatera Barat dengan pembina apel yaitu Dr. Ismail Nurdin selaku Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan. Usai pelaksanaan apel, para undangan yang terdiri dari Pejabat Struktural Akademik, Dosen Tetap IPDN serta dosen dari berbagai Perguruan Tinggi seperti IAIN Bukittinggi dan Universitas Bung Hatta Padang, disilakan menuju tempat acara yakni di Ruang Krida Utama pada lantai II Gedung Nagara Bhakti. Kegiatan sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Dekan FMP yang sekaligus menjelaskan bahwa IPDN Kampus Sumatera Barat kini terdiri dari dua buah prodi yakni Studi Keuangan Publik dan Teknologi Rekayasa Ilmu Pemerintahan. Adapun bobot antara penyampaian teori dengan praktik adalah 40%:60%, berbeda dengan penyelenggaan perkuliahan sebelumnya.

Sesi kedua kemudian adalah penyampaian materi Pembelajaran 4.0, Merespon Era Revolusi Industri 4.0 oleh Bapak Avid Leonardo Sari, S.ST, M.PS.Sp dan ditutup oleh sesi ketiga oleh Bapak, S.Sos, SE, M.Ag dengan materi “Obat Kuat” yang dalam hal ini adalah terkait jurnal. Adapun kedua pemateri ini dari FISIP UIN SGD Bandung. Keesokan harinya, bertepatan hari Kamis, tanggal 12 September 2019 dilanjutkan dengan materi terkait materi dan praktek penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang dibimbing oleh Bapak Dr. Edwin Musdi, M.Pd yang merupakan Ketua LP3M Universitas Negeri Padang. Acara dimulai pada pukul 09.00, berakhir pada pukul 13.00 WIB dan ditutup oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik Dr. Mulyadi yang dalam hal ini mewakili Plt. Direktur, Drs. Bustamar, MM.